Kamera

Rabu, 19 Februari 2014

Pengorbanan seorang ibu…

Pengorbanan seorang ibu…

Pagi itu hari terasa cerah, matahari seakan menyapa ke semua org dengan senyuman indahnya.
Dengan shogun biru butut saya, saya melintasi jalan dari pondok cabe ke RSUP fatmawati sambil menikmati indahnya udara pagi. Kalo berangkat sebelum jam 6 pagi, kita bisa menikmati perjalanan dan pemandangan kota Jakarta selatan, namun kalo sesudah itu sesudah itu jangan berharap karena kemacetan Jakarta sudah mulai menggila.
Sesampai di fatmawati, segera saya parkir sepeda motor saya..”mruput dok berangkatnya?”Tanya seorang tukang parkir.”iya bos…hari ini gua nggak tidur nyambung hahaha..”.
Saya lihat RS fatmawati tampak indah dan bersih dipandang mata, ” wah kalo begini saya betah tugas disini hehehe…”
Hari ini kebetulan saya masuk dalam tim operasi tulang belakang, pasiennya bernama saefullah,biasa saya panggil ipul, dia anak 6 th,badannya sangat kurus, dengan keluhan tulang belakangnya bongkok sampai 90 derajat, penyebab kebongkokannya adalah Tuberculosis / TBC yg sudah bertahun tahun. TBC adalah penyakit yang sangat jahat, penyebabnya adalah kuman Tuberculosis human type, yang awalnya menyerang paru-paru, gejalanya adalah batuk kronis yang tidak sembuh-sembuh, batuk keluar darah, ada riwayat kontak dengan penderita TBC yang lain, keringat dingin kalo malam hari, penurunan berat badan.Jika dijumpai keluhan semacam ini seharusnya penderita segera mencari pengobatan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut
Obatnya sudah ditemukan dan di gratiskan oleh pemerintah, Cuma masalahnya butuh kepatuhan dari penderita karena pengobatan TBC butuh waktu yang lama (minimal 6 bulan) dan harus memakan beberapa jenis obat setiap hari sekaligus(4 jenis), sehingga banyak di jumpai kasus putus obat / berhenti minum obat karena merasa sudah enak atau sudah sehat, tanpa pemeriksaan dari dokter.
Jika sampai terapinya tidak adekuat / tidak sesuai aturan dan kumannya menjadi resisten / kebal dari obat, maka penyakitnya akan menyebar dari paru ke seluruh tubuh, pada kasus saefulloh ini TBC menyebar ke tulang belakang, dan menyebabkan hancurnya beberapa segmen tulang belakang akhirnya bongkok dan mendesak saraf tulang belakang pada akhirnya jika tidak segera mendapatkan terapi yang benar akan menyebabkan kelumpuhan kedua kakinya, namun untungnya si ipul ini belum lumpuh, hanya kedua kakinya sudah mulai lemah dan tidak bisa berjalan hanya rambatan.
Pertama kali bertemu ipul kurang lebih 2 bulan yang lalu, waktu itu ipul diantar oleh ibunya periksa ke bagian tulang belakang orthopaedi RS Fatmawati, dia di rujuk dari RSUD daerah pinggiran Jakarta karena terbatasnya alat. Ibunya datang tampak lusuh dan wajah yang menyimpan kelelahan luar biasa.
“dok,..anak saya ini, sudah 1 tahun terakhir punggungnya bongkok, beratnya semakin kurus, tingginya tidak bertambah, dia batuk tidak sembuh-sembuh dan kalo malem sering keringat malam…”
Saya perhatikan ipul,..melas juga. Badannya kurus kering punggungnya bongkok lagi..setelah melakukan pemeriksaan saya menduga ipul terkena TBC yang tidak terobati dengan baik dan sekarang mungkin sudah menyebar kemana – mana salah satunya ke tulang belakang.
Tindakan saya berikutnya adalah menegakkan penyakit TBCnya dan mencari tahu sudah dimana saja penyebarannya serta mengetahui seberapa parah kerusakan di tulang belakang. Maka saya jelaskan penyakit ipul dan rencana yang akan saya ambil, tampak ibu tersebut setuju. Akhirnya saya buatkan pengantar untuk melakukan pemeriksaan laboratorium dan radiologi.
Beberapa hari kemudian ibunya ipul menemui saya di poliklinik. “dok..pemeriksaan yang dokter minta kemarin, ternyata mahal-mahal dok , saya tidak punya uang..la wong saya di RS ini saja tidur di emperan RS dan makan seadanya..suami saya di rumah kerjanya Cuma serabutan.”
“lah kalo begitu ibu ngurus saja jankesmas (jaringan kesehatan untuk keluarga miskin).ibu ke RT,RW dan puskesmas tempat ibu tinggal, minta keterangan tidak mampu. Kalo surat jankesmasnya lengkap nanti pemeriksaan dan semuanya digratiskan Negara”. Terang saya “ooo…begitu dok?”

Beberapa hari kemudian saya sering melihat ibunya ipul mondar-mandir di RS dari satu loket ke loket lain untuk melengkapi formulir jankesmasnya…”wah perjuangan yang hebat seorang ibu…benar-benar mandiri…diselesaikannya semuanya seorang diri tanpa suami di sampingnya, salut…”
Kemudian saya akhirnya bertemu kembali ipul dan ibunya di poliklinik orthopaedi, sudah membawa berkas- berkas pemeriksaan lengkap.”ini dok..yang dokter minta kemarin..saya pontang – panting dok, bolak balik Jakarta – tangerang, agar bisa ipul sehat lagi…soalnya kakinya sudah mulai lemah, dia sudah tidak kuat berjalan, Cuma rambatan..”
..waduuuh “ces” rasanya hati saya kalo mendengarkan cerita ibunya ipul ini, meskipun terlihat lelah tapi dia tampak bersemangat dan berusaha ceria…demi sang anak tercinta..
“oya bu..saya lihat dulu ya hasil-hasil pemeriksaannya…”
dari hasil pemeriksaan yang ada ternyata ipul benar menderita TBC dan TBCnya sudah menimbulkan kerusakan beberapa segmen tulang belakang dari Vertebra thorakal 8 sampai vertebra lumbal 1, dan menimbulkan kiphosis atau kebengkokan 90 derajat….”wah parah sekali…”
saya perhatikan hasil CT scan, saya ukur diameter pedikel (pedikel adalah bagian terkuat dari tulang belakang, sebagai tempat dipasang implant atau sejenis pen jika nantinya harus di operasi) “wah pedikelnya kecil sekali, diameternya kurang dari 4,5 mm…ada nggak ya alatnya?” Tanya saya dalam hati….
“bu.. kasus ipul ini tergolong kasus sulit…jadi kasus ini mau saya bawa ke senior saya saat ada assessment (diskusi kasus) tulang belakang..nanti kalo sudah ada keputusannya ibu saya kabari…saya minta nomer hp yang bisa saya hubungi.?
“walah dok… boro-boro nomer hp..telpon rumah saja saya tidak punya…?
“waduh..kalo gitu nomer telpon tetangganya saja..?
“wah saya nggak hafal dok,nomernya dokter aja saya minta nanti saya beritahu nomernya tetangga saya”. “OK”akhirnya kukasihkan saja nomer HP saya.
Saat assessmen spine, dihadiri professor di bidang spine dan senior – senior saya di bidang spine / tulang belakang..kasus ipul pun saya ajukan
Memang kasus yang sulit…beberapa pendapat di ajukan untuk tatacara terapinya, akhirnya di putuskan dilakukan operasi 2 tahap : pertama dari belakang/punggung untuk membuang nanah dari TBC di tulang belakangnya dan dipasang implant kemudian jika kondisi memungkinkan dilakukan operasi tahap kedua dengan membuka dari depan atau dada dan memindahkan tulang kecil dari betis di pindah untuk menyangga bagian depan tulang belakang.
“wah prosedur yang rumit, resiko terjadinya lumpuh dan kematian sangat besar, belum lagi implannya yang terlalu besar di bandingkan pedikel yang mau di pasang, bisa-bisa malah mencederai syaraf,masalahnya implant dengan diameter lebih kecil dari 4 mm belum ada..masya Alloh membayangkan prosedur operasinya saja bikin saya pusing apalagi melakukannya,…bismillah semoga Alloh meridloi…” .
“Tom…” “ya prof””kau jelaskan ke keluarganya ya hasil ini…jangan sampai keluarganya nggak jelas..sampai segala resikonya”. ” siap prof…”sahut saya
Akhirnya saya jelaskan semua hal rencana operasi yang dilakukan sampai resiko terberatnya yakni kelumpuhan dan meninggal. tampak ibunya terdiam menimbang-nimbang, akhirnya ibunya tampak dengan tegar menyetujuinya.
Dan hari yang ditentukan pun akhirnya tiba, yakni hari ini maka sebelum masuk kedalam ruang operasi saya sempatkan untuk ke bangsalnya ipul. “gimana ipul bu?sudah siap operasi?” ” Ya dok,semoga semuanya baik-baik ya dok, saya berdoa siang malam demi anak saya dok”.setelah memaastikan persiapan operasi dan semuanya baik maka sayapun menuju ke ruang operasi.
Operasi pun akhirnya dilakukan,tim spine yang berjumlah 4 orang sudah bersiap melakukan operasi,dan operasipun berjalan kurang lebih 5 jam, sebuah prosedur yang rumit dan melelahkan, dalam 5 jam kita harus berdiri dan berkonsentrasi dalam satu titik,….jika hilang konsentrasi maka bisa2 apa yang kita lakukan mencederai saraf tulang belakang. Bayangkan pengemudi Formula one saja dituntut konsentrasi tidak lebih dari 2 jam, perjuangan yang melelahkan. Setelah selasai belum berarti pekerjaan selesai, masih ada prosedur yang tak kalah penting, yakni melakukan “wake up test”. “Wake up test” adalah mengecek gerakan kaki setelah pasien mulai di sadarkan , jika ternyata tidak ada gerakan sama sekali maka berarti terjadi kelumpuhan, maka saat itu juga dilakukan operasi ulang untuk melepaskan semua implant yang sudah di pasang,jadi siap siap berdiri dan berkonsentrasi 4 jam lagi…jika terjadi maka tim spine siap2 lembur lagi…..
Setelah pasien di bangunkan ,hati saya mulai berdebar debar da berdoa semoga operasi tadi sukses dan ipul bisa menggerakkan kedua kakinya. Namun ternyata…ipul tidak hanya bisa mengerakkan kaki malah dia bisa membalikkan badan berubah menjadi posisi merangkak. “MasyaAlloh…Subhanalloh…Alhamdulillah ya Alloh ternyata yang ditakutkan tidak terjadi”, hamper seluruh isi ruang operasi yang tadinya berdebar cemas berteriak kegirangan, kejadian yang langka, pasien setelah operasi tulang belakang bisa membalikkan badan dan merangkak tiba-tiba…akhirnya operasi berjalan sesuai rencana.
Esok hari saya datangi ICU tempat ipul di rawat, saya perhatikan kondisinya sangat stabil dan siap dipindahkan ke ruang perawatan biasa..saya perhatikan ibunya berulangkali mengucapkan terima kasih ….ibunya tampak tegar meskipun lusuh dan berpakaian seadanya…semuanya dilakukan demi sang anak tercinta…duh trenyuh saya mendengarnya..
Sesampai di rumah saya mengingat peristiwa tadi. pengorbanan ibu untuk sang buah hatinya memang begitulah besar, apapun dilakukan demi sang buah hati, tak hirau apakah sang buah hati akan berbakti ataukah tidak suatu saat kelak.
Allohpun mengabadikan perjuangan seorang ibu dalam suatu ayat yang indah :”Kami perintahkan kepada manusia, supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah,dan melahirkannya dengan susah payah pula, Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan….” (Q.S.Al.AHQOF : 15)
Cinta seorang ibu memang tidak mengenal masa..hanya orang durhaka yang berani mengingkarinya. Islam menempatkan seorang ibu pada sisi yang sangat mulia. bahkan di ibaratkan surgapun di bawah telapak kaki seorang ibu. Ibu adalah madrosatillil aulad..tempat anak-anaknya,pertama kali berlabuh dan dan membina akhlaq serta menempa diri,
Di saat seperti ini saya berharap semoga saya di pertemukan kembali dengan ipul saat dia besar nanti, akan saya ajak dia menikmati minuman kopi sambil saya ceritakan bagaimana pengorbanan ibunya yang tanpa lelah dan pontang – panting , agar dia bisa berjalan lagi, dan menggapai masa depannya lagi,sebuah perjuangan yang kadang-kadang hanya Allohlah yang tahu. Maka Allohlah yang pertama kali murka jika hambanya durhaka kepada bundanya.
Ya Alloh…. jadikanlah hambaMu ini, termasuk anak yang selalu berbakti kepada orang tua hambamu, menjadisinar kebanggaan di mata orang tua . Robighfirlii wa li waalidayya warkhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo”.

sumber :  http://tioncivil.wordpress.com

Narrative – The Golden Snail


The Golden Snail

Long time ago, in Daha palace there were two princes. They were name Dewy Chandra Karina princes and Galuh Ajeng princes. Galuh Ajeng and Candra Kirana was different mother. Dewi Candra Kirana Princes was the daughter of the king’s consort while Galuh Ajeng Princess is the daughter of a king’s concubine named Majesty twists. Dewi Candra Kirana princes was kind person but in another hand Galuh Ajeng Princes is evil person.
One day, Raden Inu Kertapati come from Jenggala Kingdom to apply Candra Kirana Princes as his wife. This maked Galuh Ajeng princes jealous, because She loved to him. So there were arose her evil intention to kill the Candra Kirana princes.
Galuh Ajeng princes and her mother went to power witch to ask a magic spell. After that with the magic spell, Galuh Ajeng Princes bewitch Dewi Candra Kirana princes become a beautiful golden snail. Then, they throwth her in the sea. There were not anybody knew about that, except them.
Raden Inu Kertapati knew that, so He was soon looking for Dewi Candra Kirana princes until south coast. Then over there, He met with a old woman, her name was Nyai Dadapan. She kindly invited me to layover her house.
Raden Inu Kertapati was very surprised, when he saw Dewi Candra Kirana stayed in Nyai Dadapan’s house. they were very happy meeting. Then Dewi Candra Kirana princes told me that Nyai Dadapan had found her on the beach tangible gold snail. then gammer dadapn obliterate magic on him, so gold snail back transformed into princes Dewi Candra Kirana Princes.
Finally, the story had already known by Raden Inu Kertapati, so Putri Galuh Ajeng and her mather put in exile and also they got seriously ill and the end they died.
From this story we can take the moral message kindness will bear fruit of happiness, and evil will be fruitful remorse.


sumber : wordpress.com
About these ads

Daftar Nama Rumah Adat Daerah Di Indonesia Dan Asal Provinsi/Ibu Kota

Daftar Nama Rumah Adat Daerah Di Indonesia Dan Asal Provinsi/Ibu Kota

Propinsi Ibu Kota Rumah adat
------
Aceh Banda Aceh Rumoh aceh
Sumatera Utara Medan Rumah balai batak toba
Sumatera Barat Padang Rumah gadang
Riau Pekanbaru Rumah melayu selaso jatuh kembar
Jambi Jambi Rumah panggung
Sumatera Selatan Palembang Rumah limas
Bengkulu Bengkulu Rumah bubungan lima
Lampung Bandar Lampung Nuwo sesat
Kepulauan Bangka Belitung Pangkal Pinang -
Kepulauan Riau Tanjung Pinang -
Jakarta Jakarta Rumah kebaya
Yogyakarta Yogyakarta Rumah joglo
Jawa Barat Bandung Kesepuhan
Jawa Tengah Semarang Rumah joglo
Jawa Timur Surabaya Rumah joglo
Banten Serang -
Bali Denpasar Gapura candi bentar
Nusa Tenggara Timur Kupang Sao ata mosa lakitana
Nusa Tenggara Barat Mataram Dalam loka samawa
Kalimantan Barat Pontianak Rumah panjang
Kalimantan Tengah Palangka Raya Rumah betang
Kalimantan Selatan Banjarmasin Rumah banjar
Kalimantan Timur Samarinda Rumah lamin
Sulawesi Utara Manado Rumah bolaang mongondow
Sulawesi Tengah Palu Souraja / Rumah besar
Sulawesi Selatan Makassar Tongkonan
Sulawesi Tenggara Kendari Laikas
Sulawesi Barat Mamuju -
Gorontalo Gorontalo -
Maluku Ambon Baileo
Maluku Utara Ternate -
Papua Jayapura Rumah honai
Papua Barat Manokwari -


sumber : organisasi.org

Sabtu, 15 Februari 2014

Sinopsis Perahu Kertas

Ringkasan Cerita Dan Sinopsis Perahu kertas

Di stasiun kereta api di Bandung, Noni (Sylvia Fully R.) uring-uringan ke pacarnya, Eko (Fauzan Smith). Mereka ke stasiun ini untuk menjemput sepupu Eko, Keenan, dari luar negeri. Namun celakanya, Eko sendiri tidak tahu wajah Keenan karena terakhir kali bertemu saat mereka berusia 9 tahun. Bagaimana bisa menemukan orang yang wajahnya seperti apa saja tidak tahu? Eko bahkan tidak tahu nomor ponselnya. Sementara, di belakang mereka, Kugy (Maudy Ayunda) sebentar-sebentar menguap. Dia masih berusaha mengumpulkan nyawa karena tadi selagi tidur, ditarik saja oleh Noni tanpa sempat mandi dan ganti baju. Tengah Noni merepet ke Eko yang terdiam pasrah, tanpa aba-aba, Kugy berjalan maju, menyeruak di antara dua bahu kawannya itu, matanya terpejam, dia memasang “radar” berupa telunjuk di dua sisi keningnya.
Kugy berjalan terus diiringi pandangan aneh orangorang di sekeliling. Kakinya kemudian mendadak berhenti melangkah ketika bertumbukan dengan sesosok cowok. Dia membuka mata dan menurunkan antena. Inilah Keenan (Adipati Dolken) yang dicari- cari. Radarnya berhasil. Keenan yang anak pengusaha di Jakarta itu akan kuliah di Bandung. Ayahnya yang memerintahkannya mengambil fakultas ekonomi, meski ketertarikan Keenan di bidang seni. Kugy sendiri adalah mahasiswa fakultas sastra. Dia indekos di Bandung bersama Noni. Keduanya juga berasal dari Jakarta. Kugy yang bercita-cita jadi penulis dongeng ini punya kebiasaan menuliskan jurnal di secarik kertas yang kemudian dia lipat membentuk perahu. Perahu kertas itu lantas dia larungkan di sungai.


Kugy, Keenan, Noni, dan Eko kemudian bersahabat dan memberi nama geng mereka Pura-pura Ninja. Kugy dan Keenan sebenarnya diam-diam saling jatuh cinta, berangkat dari kekaguman Kugy pada bakat lukis Keenan dan kekaguman Keenan pada kemampuan Kugy mendongeng yang sampai menghasilkan piagam. Masalahnya, Kugy sudah punya pacar di Jakarta, Ojos (Dion Wiyoko). Noni menjodohkan Keenan dengan sepupunya, Wanda (Kimberly Ryder), seorang kurator galeri. Namun hati Keenan tetap ke Kugy walau banyak peristiwa terlewati dalam hidupnya: putus kuliah, putus dari Wanda, tinggal di Bali untuk belajar melukis, mendapat perhatian Luhde (Elyzia Mulachela) sang gadis Bali, ayahnya terkena stroke, hingga pindah ke Jakarta untuk menjalankan bisnis ayahnya. Semoga Anda tidak bingung dengan banyaknya tokoh dan banyaknya konflik awal ini. Pasalnya tokoh masih bertambah dan konflik juga masih berkembang mengikuti alur versi novel yang berjudul sama, ditulis Dewi “Dee” Lestari. Tak heran jika total durasi film Perahu Kertas pascaediting mencapai 4,5 jam! Pekerjaan rumah bagi Hanung sang sutradara untuk memadatkannya jadi hanya 115 menit layaknya film drama romantis lain. Syukurlah Hanung tidak memenggal cerita di sana-sini yang dipastikan bakal mengundang protes pembaca novel. Dia mengambil cara bijaksana dengan membaginya jadi dua judul film, yakni Perahu Kertas yang mulai “berlayar” pada 16 Agustus 2012 dan sequel-nya dua bulan kemudian. Dua film dalam sekali waktu syuting. Cara ini selain agar tidak mengecewakan pembaca novel, juga untuk menjaga detail dan kompleksnya cerita Perahu Kertas, serta mencegah plot loncat dan timpang. Dee yang menulis skenario berhasil membuat film ini mengalir pelan, manis, dan tak membosankan. Di atas semuanya, pemilihan Maudy Ayunda sebagai Kugy bisa dibilang sebagai prestasi terbaik
Zaskia A. Mecca sebagai penata casting. Maudy yang berusia 18 tahun membawakan karakter Kugy, mahasiswa yang “korslet” otaknya, itu dengan pas. Dia benar-benar tampil sebagai mahasiswa, bukan “agar tampak seperti mahasiswa” seperti yang tiap hari wira-wiri di sinetron. Perahu Kertas juga menyelipkan kejutan buat penonton dengan penampilan Hanung dan Titi DJ sebagai cameo. Bukan hanya cameo-nya yang jadi kejutan, tapi akting mereka walau hanya bicara beberapa kalimat. Titi DJ jadi ibu Kugy yang nyablak, dan Hanung jadi kolektor lukisan yang gemulai dan genit dan naksir Keenan, eh naksir lukisan Keenan. Uuuh cucok, nek.
Demikianlah artikel mengenai synopsis film bioskop, perahu kertas, semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.[ps]
 

10 Fakta Unik dan Aneh Mengenai Taj Mahal




10 Fakta Unik dan Aneh Mengenai Taj Mahal



1. Salah satu fakta yang paling menarik mengenai Taj Mahal adalah bahwa bangunan ini nampak dengan berbagai macam warna tergantung harinya, dan apakah ada bulan atau tidak pada malam harinya.

2. Taj Mahal merupakan tempat wisata paling terkenal di kota Agra. dan bangunan megah ini dibangun oleh Shah Jahan.

3. Tidak ada tur pariwisata di India yang tanpa paket mengunjungi Taj Mahal. Tempat historis ini telah dikenal oleh seluruh penduduk dunia, walaupun belum pernah ke sana.

4. Fakta yang sedikit mengerikan dari semua fakta adalah bahwasanya setelah selesai pembangunan Taj Mahal ini, semua ahli dan pekerja terlatihnya dipotong tangannya Untuk memastikan bahwa tidak akan ada bangunan lain yang bisa menandingi keindahannya.

5. Konstruksi Taj Mahal membutuhkan waktu selama 20 tahun untuk diselesaikan, dan membutuhkan lebih dari 2000 pekerja. Dan membutuhkan 1000 ekor gajah untuk mengangkut bahan material bangunan ini.

6. Fakta menarik lainnya adalah bahwasanya struktur bangunan ini nampak sangat simetris.

7. Banyak tempat wisata di kota Agra yang menggunakan bahan material marmer hitam. Hal ini dilakukan sebagai cerminan bangunan Taj Mahal yang juga menggunakan bahan ini.

8. Taj Mahal pernah dimasukkan ke dalam 7 Keajaiban Dunia, dan hal ini menyebabkan makin banyaknya orang di dunia untuk mengunjunginya.

9. Taj Mahal dibangun di lahan yang agak miring ke luar, agar jika terjadi gempa bumi, jatuhnya pillar bisa dikontrol.

10. Terakhir, banyak batu permata dan mutiara berharga digunakan untuk mendekorasi Taj Mahal. Selama perang, beberapa batu permata diambil dan bahkan pernah dijarah.

sumber : whooila.com

Mewujudkan Pendidikan Karakter Yang Berkualitas

Mewujudkan Pendidikan Karakter Yang Berkualitas


Mewujudkan Pendidikan Karakter Yang Berkualitas

Dalam tataran teori, pendidikan karakter sangat menjanjikan bagi menjawab persoalan pendidikan di Indonesia. Namun dalam tataran praktik, seringkali terjadi bias dalam penerapannya. Tetapi sebagai sebuah upaya, pendidikan karakter haruslah sebuah program yang terukur pencapaiannya. Bicara mengenai pengukuran artinya harus ada alat ukurnya, kalo alat ukur pendidikan matematika jelas, kasih soal ujian jika nilainya diatas strandard kelulusan artinya dia bisa. Nah, bagaimana dengan pendidikan karakter?
Jika diberi soal mengenai pendidikan karakter maka soal tersebut tidak benar-benar mengukur keadaan sebenarnya. Misalnya, jika anda bertemu orang yang tersesat ditengah jalan dan tidak memiliki uang untuk melanjutkan perjalananya apa yang anda lakukan? Untuk hasil nilai ujian yang baik maka jawabannya adalah menolong orang tersebut, entah memberikan uang ataupun mengantarnya ke tujuannya. Pertanyaan saya, apabila hal ini benar-benar terjadi apakah akan terjadi seperti teorinya? Seperti jawaban ujian? Lalu apa alat ukur pendidikan karakter? Observasi atau pengamatan yang disertai dengan indikator perilaku yang dikehendaki. Misalnya, mengamati seorang siswa di kelas selama pelajaran tertentu, tentunya siswa tersebut tidak tahu saat dia sedang di observasi. Nah, kita dapat menentukan indikator jika dia memiliki perilaku yang baik saat guru menjelaskan, anggaplah mendengarkan dengan seksama, tidak ribut dan adanya catatan yang lengkap. Mudah bukan? Dan ini harus dibandingkan dengan beberapa situasi, bukan hanya didalam kelas saja. Ada banyak cara untuk mengukur hal ini, gunakan kreativitas anda serta kerendahan hati untuk belajar lebih maksimal agar pengukuran ini lebih sempurna.
Membentuk siswa yang berkarakter bukan suatu upaya mudah dan cepat. Hal tersebut memerlukan upaya terus menerus dan refleksi mendalam untuk membuat rentetan Moral Choice (keputusan moral) yang harus ditindaklanjuti dengan aksi nyata, sehingga menjadi hal yang praktis dan reflektif. Diperlukan sejumlah waktu untuk membuat semua itu menjadi custom (kebiasaan) dan membentuk watak atau tabiat seseorang. Menurut Helen Keller (manusia buta-tuli pertama yang lulus cum laude dari Radcliffe College di tahun 1904) “Character cannot be develop in ease and quite. Only through experience of trial and suffering can the soul be strengthened, vision cleared, ambition inspired, and success achieved”.
Selain itu pencanangan pendidikan karakter tentunya dimaksudkan untuk menjadi salah satu jawaban terhadap beragam persoalan bangsa yang saat ini banyak dilihat, didengar dan dirasakan, yang mana banyak persoalan muncul yang di indentifikasi bersumber dari gagalnya pendidikan dalam menyuntikkan nilai-nilai moral terhadap peserta didiknya. Hal ini tentunya sangat tepat, karena tujuan pendidikan bukan hanya melahirkan insan yang cerdas, namun juga menciptakan insan yang berkarakter kuat. Seperti yang dikatakan Dr. Martin Luther King, yakni “intelligence plus character that is the goal of true education” (kecerdasan yang berkarakter adalah tujuan akhir pendidikan yang sebenarnya).
Banyak hal yang dapat dilakukan untuk merealisasikan pendidikan karakter di sekolah. Konsep karakter tidak cukup dijadikan sebagai suatu poin dalam silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran di sekolah, namun harus lebih dari itu, dijalankan dan dipraktekan. Mulailah dengan belajar taat dengan peraturan sekolah, dan tegakkan itu secara disiplin. Sekolah harus menjadikan pendidikan karakter sebagai sebuah tatanan nilai yang berkembang dengan baik di sekolah yang diwujudkan dalam contoh dan seruan nyata yang dipertontonkan oleh tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah dalam keseharian kegiatan di sekolah.
Di sisi lain, pendidikan karakter merupakan upaya yang harus melibatkan semua pemangku kepentingan dalam pendidikan, baik pihak keluarga, sekolah dan lingkungan sekolah dan juga masyarakat luas. Oleh karena itu, langkah awal yang perlu dilakukan adalah membangun kembali kemitraan dan jejaring pendidikan yang kelihatannya mulai terputus diantara ketiga stakeholders terdekat dalam lingkungan sekolah yaitu guru, keluarga dan masyarakat. Pembentukan dan pendidikan karakter tidak akan berhasil selama antara stakeholder lingkungan pendidikan tidak ada kesinambungan dan keharmonisan. Dengan demikian, rumah tangga dan keluarga sebagai lingkungan pembentukan dan pendidikan karakter pertama dan utama harus lebih diberdayakan yang kemudian didukung oleh lingkungan dan kondisi pembelajaran di sekolah yang memperkuat siklus pembentukan tersebut. Di samping itu tidak kalah pentingnya pendidikan di masyarakat. Lingkungan masyarakat juga sangat mempengaruhi terhadap karakter dan watak seseorang. Lingkungan masyarakat luas sangat mempengaruhi terhadap keberhasilan penanaman nilai-nilai etika, estetika untuk pembentukan karakter. Menurut Qurais Shihab (1996; 321), situasi kemasyarakatan dengan sistem nilai yang dianutnya, mempengaruhi sikap dan cara pandang masyarakat secara keseluruhan. Jika sistem nilai dan pandangan mereka terbatas pada kini dan disini, maka upaya dan ambisinya terbatas pada hal yang sama.
Ingin mewujudkan pendidikan karakter yang berkualitas? Maka kuncinya sudah dipaparkan diatas, ada alat ukur yang benar sehingga ada evaluasi dan tahu apa yang harus diperbaiki, adanya tiga komponen penting (guru, keluarga dan masyarakat) dalam upaya merelaisasikan pendidikan karakter berlangsung secara nyata bukan hanya wacana saja tanpa aksi. Ingat, Pendidikan karakter melalui sekolah, tidak semata-mata pembelajaran pengetahuan semata, tetapi lebih dari itu, yaitu penanaman moral, nilai-nilai etika, estetika, budi pekerti yang luhur. Dan yang terpenting adalah praktekan setelah informasi tersebut di berikan dan lakukan dengan disiplin oleh setiap elemen sekolah.

sumber :  pendidikankarakter.com

Belajar Pendidikan Karakter Dari Sepak Bola

Belajar Pendidikan Karakter Dari Sepak Bola


Pendidikan karakter itu bukanlah sesuatu yang muluk-muluk atau sulit. Pendidikan karakter sebenarnya sudah ada dimana-mana. Sudah ada dikeluarga, dilingkungan sosial, sekolah, tempat hiburan dan lainnya. Tapi kali ini kita akan belajar sesuatu inti yang penting tentang pendidikan karakter dari sepak bola.
Ya, kenapa sepak bola karena kondisi atau contoh ini akan sangat mudah di analogikan (disamakan) dengan kondisi dan bagaimana mendidik karakter di dalam sekolah dan rumah. Pada dasarnya pendidikan karakter adalah memberikan aturan main dalam kehidupan dan lingkungan sosial disertai dengan konsekuensi yang berlaku didalamnya. Lalu hubungan dengan sepak bola? Mudah, dalam sepak bola sudah berlaku aturan yang sangat baku dan jelas. Ada aturan main dan konsekuensi. Jika melanggar ada kartu kuning (peringatan), kartu merah (keluar dari permainan), free kick, penalty, corner kick, bahkan denda uang bagi pemain dan team. Bahkan yang lebih “sadis” lagi jika team tersebut harus turun kasta ke liga yang lebih rendah lagi.
Sebagai pecinta sepak bola, saya sangat senang dan berulang kali menggunakan contoh ini kepada guru dan orang tua yang ingin tahu tentang bagaimana mendidik karakter anak dengan menggunakan contoh ini. Seorang anak perlu mengembangkan pemahaman yang benar tentang bagaimana dunia ini bekerja, mempelajari “aturan main” segala aspek yang ada di dunia ini dan “hidup” didunia ini. Nah, masalahnya anak pada saat lahir dia tidak memiliki “konsep sosial” didalam kepalanya, oleh karena itu anak perlu tahu bagaimana aturan – aturan yang ada didalam dunia ini. Inilah Pendidikan Karakter, mudah kan?
Supaya tidak kena kartu kuning, jangan melanggar. Jika melanggar lagi ya kartu merah. Sehingga banyak dari pemain sepak bola jika kesal terhadap team lawan selalu berusaha menjaga sikap dengan berusaha menghormati wasit dan tetap mengeluarkan uneg-uneg nya. Ya inilah dunia manusia, terkadang ada yang sesuai dan tidak tetapi diperlukan aturan untuk membuat semuanya teratur.
Dalam permainan sepak bola pemain inti dalam sebuah pertandingan adalah wasit. Banyangkan jika bermain tidak ada wasit maka kemungkinan besar bukan pertandingan sepak bola lagi yang kita lihat. Tetapi UFC (Ultimate Fighting Championship) di lapangan sepak bola, alias tarung bebas dilapangan sepak bola. Sama dalam dunia pendidikan di sekolah perlau ada figure yang berperan seperti wasit dalam pertandingan sepak bola yang menjadi “penjaga” aturan di sekolah. Dan seringkali hal inilah yang menjadi kelemahan, wasit di sekolahnya tidak berfungsi dengan baik. Sama halnya dirumah, orang tua kurang dapat menjadi wasit dengan baik. Sehingga pendidikan karakter kurang dapat berjalan dengan maksimal.
Perlu kita ketahui semua, pendidikan karakter bukan semata-mata memberikan pengetahuan semata tetapi menetapkan aturan dan konsekuensi dilingkungan sekolah dan dirumah. Dalam peraturan sekolah misal: anak tidak bawa buku pelajaran maka konsekuensinya mendapatkan tugas tambahan. Ini harus jelas dan konsisten, serta dikomunikasikan kepada semua pihak termasuk orang tua.
Jika kita melanggar aturan lalu lintas maka jelas kita kena tilang, dan kita bisa pilih mau slip merah atau biru. Merah bayar di tempat, jika biru kita bayar di tempat yang ditunjuk untuk mengurusi tilang (Bank BRI). Dan ini konsisten dan semua masyarakat Indonesia yang menggunakan kendaran bermotor sudah tahu. Inilah dasar dari pendidikan karakter. Ada aturan yang jelas dan konsekuensi.
Berikutnya, memang sebaiknya seorang yang bertanggung jawab dibidang pendidikan karakter adalah seorang yang memiliki minat, dalam dunia “kemanusian” tidak mesti psikolog. Kenapa sebab ini berkaitan dengan menata aturan dan konsekuensi bagi anak didik. Tentunya aturan ini harus ditata berdasarkan jenjang dan usia dan skala pelanggaran. Misal: hukuman anak yang mencuri atau merusak dengan sengaja property sekolah tentunya akan berbeda dengan anak yang lupa membawa alat tulis, atau tidak membawa catatan.
Nah, yang terpenting bagi kita semua bahwa pendidikan karakter bukanlah sesuatu yang rumit. Ini sangat mudah dan ada banyak sekali contohnya disekitar kita, tinggal kita mau apa tidak. Perlu upaya untuk menerapkan ini, kita perlu mengetahui dan belajar tentang seluk beluk manusia dan bagaimana mengatasinya. Sebab manusia saat dilahirkan tidak disertai manual book-nya, lain seperti Black Berry yang kita beli dan sudah disertakan manual book-nya dan ada petunjuk bagaimana menggunakannya.

sumber : pendidikankarakter.com